Anggota DPRD Kab. Batanghari
DPRD Dukung Pasangan yang Mau Menikah Bebas Narkoba
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Senin, 09 Mei 2016 - 16:10:20 WIB
BEBAS NARKOBA : HM. Mahdan, Ketua DPRD Batanghari (kanan) didampingi Plt Kepala Kemendag Kabupaten Batanghari, Herman saat memberikan keterangan terkait rencana usulan calon pasangan suami istri yang

dprd.batangharikab.go.id - DPRD Kabupaten Batanghari berencana mengusulkan rancangan peraturan daerah (Ranperda)terkait calon pasangan suami istri yang akan menikah dengan syarat bebas dari narkoba. Usulan ini sebagai langkah pencegahan dan antisipasi semakin maraknya peredaran dan penyalahgunaan bahaya narkotika.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Batanghari HM.Mahdan S.Kom usai melakukan diskusi dengan Kepala Kemenag Kabupaten Batanghari mengatakan,  tujuannya ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk berdiskusi dan membangun kesepahaman bersama antara Kemenag Kabupaten Batanghari mengenai usulan dalam rangka menyusun ranperda tersebut yang masih terkait dengan pencegahan bahaya Narkoba.

          “Kita ingin ada masukan dari masyarakat dan pemerintahan desa, agar merencanakan pembuatan aturan-aturan mengenai ranperda ini, apalagi dan kepala desa dan masyarakat sangat berperan untuk mengatasi bahaya narkoba ini.” kata Mahdan.

HM.Mahdan menjelaskan, hal ini dilakukan agar, jika ada orang tua yang ingin menikahkan anaknya, pasangan yang akan dinikahkan terlebih dahulu sudah mendapatkan rekomendasi dari BNN Kabupaten Batanghari, bahwa anak tersebut tidak terindikasi Narkoba. “Jika ada yang terindikasi narkoba menjelang pernikahan, yang bersangkutan untuk sementara tidak bisa diberikan formulir N1-N4 untuk wilayah Kades, dan Kades sendiri belum bisa memberikan surat itu, artinya, ada tahap untuk rehabilitasi terlebih dahulu. Karena, kades yang berhak untuk mengeluarkan Surat Nikah (NA) tersebut.” Jelasnya.

Ketua DPRD Batanghari ini juga berharap kepada masyarakat khususnya para orang tua, jika ingin menikahkan anaknya, baik itu laki-laki maupun perempuan, mereka dapat mengkaji ataupun dapat menilai pasangan (menantu-red) mereka.

“Mereka (orang tua-red), tentunya bisa menilai sendiri, bagaimana akibatnya jika kita punya anak menantu yang merupakan pengguna narkoba, dan ini merupakan jalan untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba tersebut,” Ungkapnya.

Mencegah bukan berarti dilakukan terhadap anak dari dasar pendidikannya saja, kata Mahdan, tapi juga terhadap anak yang mau menikah juga harus dilakukan. “Karena, jangankan terhadap anak yang terlanjur menggunakan narkoba, anak yang sudah terkena Aids saja, tentu orang tua itu juga tidak ingin mau menikahkan anaknya dengan orang yang seperti itu.” Tandasnya Sementara itu, Kepala Kemenag Batanghari Herman mengungkapkan, pada prinsipnya Kantor Kementerian Agama sangat mendukung apa yang dilakukan oleh DPRD Batanghari, yakni untuk menerbitkan Perda Inisiatif ini, “dan tinggal nanti kita melihat apa saja yang akan diterbitkan itu, ada atau tidak yang bertentangan dengan Peraturan yang lebih tinggi.” Pungkasnya

Plt. Kepala Kemenag Kabupaten Batanghari, Herman mengatakan, jika seseorang ingin menikah, mereka harus sehat secara jasmani dan rohani. “Seperti yang kita lihat saat ini, pengguna narkoba ini sangat merusak mental, dan itu di khawatirkan bagi pasangan yang menikah itu nanti terindikasi pengguna narkoba maka akan menimbulkan efek lain dalam rumahtangganya, seperti terjadinya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perceraian,” kata Herman. (*/mjh).