Anggota DPRD Kab. Batanghari
Lahan Diserobot Perusahaan, Warga Sungai Lingkar Ngadu ke Dewan
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Selasa, 01 September 2016 - 09:32:03 WIB

MUARABULIAN – Puluhan warga Desa Sungai Lingkar Kecamatan Marosebo Ulu mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Batanghari yang berlokasi di ujung Jalan Jenderal Sudirman, Muara Bulian, Kamis (1/9). Warga yang mengaku lahannya diserobot oleh perusahan perkebunan di daerah itu akhirnya diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batanghari, Elpisina, S.Sos, M.Si, Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD dan perwakilan anggota dewan lainnya dari komisi I dan II DPRD Kabupaten Batanghari.

Pada pertemuan yang berlangsung di ruang Banggar DPRD Kabupaten Batanghari sekitar pukul 13.00 wib, melalui juru bicara warga, Usman dihadapan dewan mengatakan, kedatangan warga Desa Sungai Lingkar ini pada intinya minta bantu penyelesaian dan mencarikan solusi bagi warga terhadap lahan warga setempat yang telah digusur oleh PT PMB (Putra Muda Brothers). “Kami datang ke sini (DPRD batanghari) minta mencarikan solusi atas lahan kami yang digusur paksa pihak perusahaan,” Ungkap Usman.

Usman merincikan, bahwa saat ini sekitar 30-an hektar lahan sudah tergusur dari 400-an hektar, akibatnya warga setempat kehilangan mata pencarian utama. “Akibat penggusuran itu, kami kehilangan mata pencarian utama, apalagi kondisi perekonomian saat ini semakin berat,” jelas Usman.

Senada, Jamal, warga Sungai Lingkar lain.nya mengatakan, saat ini lahan miliknya seluas dua hektar telah digusur, termasuk juga lahan milik pak Yusuf 7 hektar, armin seluas dua hektar, Saipul ada dua hektar dan Roli juga ada setengah hektar. “Saya sendiri sudah mengelolah lahan sejak tahun 1970,” jelas Jamal.

Menurut Saipul Warga Sungai Lingkar lainnya, semestinta sebelum penggsusuran dilakukan perusahaan, ada pemberitahuan atau sosialisasi kepada warga, namun tiba-tiba terjadi penggusuran. “Semestinya ada sosialisasi dan pemberitahuan dulu, tiba-tiba lahan kami digusur,” sesal Saipul.

Asumsi kami, kata Saipul, bahwa lahan yang digusur di Sungai Lingkar sekitar 1000 hektar, padang kelapo ada 1500 hektar dan Sungai Ruan sekitar 500 hektar. Soal legalitas, semuanya sudah kita siapkan. termasuk tanam tumbuh. “Kita sangat berharap pengaduan kami ini diproses dan ditindaklanjuti,” pintanya.

Menanggapi aspirasi warga Sungai Lingkar itu, Mashuri, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Batanghari berharap warga yang lahannya digusur perusahaan untuk melengkapi data kepemilikan lahan yang sah. “Kita akan tindaklanjuti pengaduan ini, sesuai dengan kewenangan yang kami miliki, termasuk mempertanyakan status PT PMB apakah legal beroperasi atau tidak di Kabupaten Batanghari,” Janji Mashuri.

Sementara itu, Elpisina menegaskan, bahwa DPRD Kabupaten Batanghari tetap berupaya mencarikan solusi penyelesaian dari penggusuran ini. Sesuai kewenangan yang kami miliki, kita akan berupaya menfalitasi persoalan ini dan mencari jalan tengah penyelesaikan, karena dewan bukanlah tempat untuk menyelesaikan masalah ini secara hukum. “Kami hanya sifatnya fasilisator, kalau ranah hukum bukanlah wilayah dewan” katanya.