Anggota DPRD Kab. Batanghari
DPRD Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda APBD-P 2016
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Selasa, 23 September 2016 - 16:33:50 WIB

Batanghari, Nota pengantar ranperda tentang perubahan APBD Kabupaten Batanghari tahun 2016 secara resmi disampaikan oleh Bupati Batanghari Ir. Syahirsah ke DPRD Batanghari.

Penyampaian Nota pengantar APBD-P tersebut dilakukan melalui sidang paripurna yang berlangsung pada Kamis (22/9) sekitar pukul 14.00 Wib, Bupati Batanghari Ir. Syahirsah mengatakan penyususnan APBD-P merupakan bagian dari sirkulasi pengelolaan keuangan daerah sesuai peraturan Mendagri No 13 tahun 2006 dan Permenkeu No 52 tahun 2015 tentang penyusunan APBD.

“Pada tanggal 30 Agustus lalu, kita sudah menyetujui KUPA/PPAS perubahan APBD tahun 2016. Hari ini Kami menyampaikan Ranperda APBD-P tahun 2016,” Kata Bupati Batanghari Ir Syahirsah, kemarin.

Dalam nota pengantar APBD-P yang disampaikan Bupati, Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari mengalami peningkatan sebesar Rp.12,7 M dari target sebesar Rp.1,105M pada APBD murni.

Pendapatan daerah yang dimaksud meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pada pos PAD terjadi peningkatan sebesar Rp. 12,1 M dari target Rp.77M pada APBD murni.

Sementara, dana perimbangan yang ditargetkan sebesar Rp.903 Miliar menurun sebesar 0,38 persen. Sedangkan pada pos laon-lain pendapatan yang sah m,eningkat sebesar 3,74 persen dari target Rp.112 M.

“Pos pendapatan daerah secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 1,17 persen dari target yang ditetapkan pada APBD murni,” jelasnya.

Bupati Ir.Syahirsah selanjutnya menjelaskan rincian belanja daerah yang meliputi posbelanja langsung dan belanja tidak langsung. Belanja darah pada APBD murni ditetapkan sebesar Rp.1,140 triliun menurun menjadi sebesar Rp.1,107 triliun.

“belanja daerah pada ranperda APBD-P ini menurun sebesar RP.33 Miliar atau turun sekitar 2,95 persen,” ungkap Bupati.

Beliau menjelaskan bahwa dalam APBD murni nilai belanja tidak langsung ditetapkan sebesar Rp.628 Miliar. Angka tersebut ternyata mengalami penurunan sebesar Rp.9 M. demikian juga dengan pos belanja langsung yang semula ditetapkan sebesar Rp. 478 Miliar menurun sebesar Rp.23 Miliar.

Item pembiayaan daerah pada perubahan APBD 2016 turut mengalami penurunan. Pembiayaan daerah sebelumnya dianggarkan sebesar Rp.7,6 M. angka pembiayaan daerah tersebut ternyata mengalami penurunan hingga Rp.43 Miliar atau turun 96,04 persen.

Pembiayaan daerah diperoleh dari penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari penyertaan modal dan silva tahun anggaran 2015. Jumlah totalnya sebesar Rp.7,6Miliar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan ditetapkan sebesar Rp.5,7 Miliar, sehingga pembiayaan netto APBD-P sebesar Rp.1,8 Miliar.

Usai menyampaikan nota pengantar APBD-P Bupati Batanghari Ir Syahirsah mengakui kondisi APBD tidak begitu baik. Pemangkasan DAK serta penundaan DAU dari pemerintahpusat telah membuat APBD menjadi defisit.” Anggaran kita defisit, mau tidak mau cukup banyak kegiatan yang mesti ditunda. Solusi ini yang terbaik untuk mengatasi kondisi tersebut,” tandas bupati Ir. Syahirsah.