Anggota DPRD Kab. Batanghari
Pengadaan Mobil Damkar Harus Hati-hati
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Selasa, 11 November 2014 - 19:36:46 WIB

MUARA BULIAN – Pengadaan mobil pemadam kebakaran (Damkar) oleh Dinas Perkotaan Kabupaten Batang Hari harus dilakukan hati-hati, cermat dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dengan alasan, kasus Damkar yang pernah terjadi di Kabupaten Batang Hari tidak terulang kembali.

Keinginan untuk menambah satu armada mobil Damkar diutarakan Asri Yolansyah, Kabid Pemadam Kebakaran Dinas Perkotaan Kabupaten Batang Hari pada hearing membahas rencana kegiatan anggaran (RKA) Dinas Perkotaan Kabupaten Batang Hari di R-APBD 2015 dihadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Batang Hari, 11 November 2014. Menurut Asri, pengadaan mobil Damkar tersebut menelan anggaran Rp 1,4 milliar lebih. Hadir juga pada pertemuan itu, Kepala Dinas Perkotaan Kabupaten Batang Hari, Suaidi dan jajarannya.

Menanggapi pengadaan itu, Komisi III DPRD Batang Hari juga menyoroti rencana penganggaran pengadaan satu unit mobil Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) oleh Dinas Perkotaan Kabupaten Batang Hari. "Rencana penganggaran dan pengadaan mobil Damkar perlu pertimbangan matang dan sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu ke BPK dan BPKP di Jambi, agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah hukum. Kita harus belajar dari kasus Damkar sebelumnya, " Ungkap M. Jaafar, Wakil Ketua Komisi III DPRD Batang Hari.

Perlu perencanaan matang dan kehati-hatian dalam pengadaan mobil Damkar tersebut, sambung politisi Partai Golkar ini, karena bidang unit Pemadam Kebakaran yang selama ini bernaung pada Dinas Perkotaan bakal bergabung ke Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), kalau DPRD mengesahkan ranperda tentang Organisasi dan Tata kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran menjadi perda, maka personil beserta aset bagian unit Pemadam Kebakaran akan berpindah. "Pengadaan mobil Damkar harus cermat, hati-hati, apalagi dalam waktu dekat Bagian Unit Pemadam Kebakaran bakal disatukan ke BPBD," beber Jaafar.(/ris).