Anggota DPRD Kab. Batanghari
DPRD Heran, 60 PNS Guru Agama Tidak Bisa Baca Tulis Alquran
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Rabu, 25 Maret 2015 - 10:00:36 WIB
Ilustrasi

MUARA BULIAN – Sedikitnya 60 PNS berstatus guru agama di Kabupaten Batang Hari dilaporkan tidak bisa baca tulis alquran. Fakta ini terungkap pada saat pertemuan antara Komisi III DPRD Batang Hari dengan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H Bustomi, Rabu (25/3) di ruang Banggar Gedung DPRD Batang Hari.

Sebelum fakta ini terungkap, awalnya pertemuan pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Batang Hari yang dihadiri langsung H. Bustomi, Kabag Kesra setda Batang Hari sebagai mitra kerja menfokuskan pembicaraan terkait pemberian bantuan peningkatan kualitas SDM sejenis pemberian bea siswa kepada pihak-pihak yang dinilai punya potensi dan berprestasi seperti pembinaan qori dan qoriah yang menimba ilmu di pondok-pondok pesantren baik yang dikirim ke luar daerah (pulau Jawa) dan di wilayah Kabupaten Batang Hari sendiri. Bustomi pun menjelaskan secara gamblang sejumlah program dan besaran anggaran dalam proses pembinaan dan peningkatan kualitas SDM tersebut terutama dibidang keagamaan.

“Saat ini ada 20 orang plus 1 orang pengasuh penerima bantuan pendidikan itu yang sedang menjalani pembinaan dan peningkatan kualitas yang tersebar di sejumlah ponpes di pulau Jawa diantara di Bogor,” ungkap Bustomi. Uang pembinaan yang diberikan itu dalam bentuk anggaran akomodasi, konsumsi dan uang saku yang diberikan setiap bulannya.

Untuk setingkat mahasiswa kita berikan bantuan perbulannya Rp. 1.100 ribu per orang, setingkat SMA Rp 800 – 950 ribu perorang sementara untuk bantuan praktek Rp 500 ribu per orangnya.

Selain diluar daerah, jelas Bustomi, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga memberikan bantuan pendidikan kepada anak didik sebanyak 17 orang yang menimbah ilmu di ponpes lokal yang berada di Jalan Alqaromah, paal 3 Muara Bulian. Di ponpes ini kita berikan bantuan pendidikan Rp 600 ribu per bulan. “Mereka yang mendapat bantuan pendidikan itu diharapkan memberikan timbal balik bagi Pemkab Batang Hari,” jelas Bustomi.

Saat pimpinan dan anggota Komisi III D PRD Batang Hari kembali mempertanyakan kepastian informasi adanya puluhan PNS berstatus guru agama tidak bisa baca tulis alquran, Kabag kesra H Butomi langsung membenarkan informasi tersebut. “Dari 350 guru agama, sedikitnya ada 60 orang yang tidak bisa baca tulis alquran, bahkan mereka sudah berstatus PNS dan sertifikasi, itu ada fakta berdasarkan temuan tim,” jelas Bustomi.

Ahmad Dailami, Ketua Komisi III DPRD Batang Hari yang memimpin pertemuan tersebut, dengan mimik wajah serius dan diamini anggota komisi lainnya yang turut hadir, yakni M. Jaafar (wakil ketua Komisi III DPRD Batang Hari), Maknuddin, Najamudin SE, Baharudin, Mirnawati agar dibuatkan rekomendasi. “Komisi III DPRD Batang Hari akan membuat rekomendasi diantaranya, agar 60 orang guru agama itu untuk ditarik sebagai tenaga pengajar. “Ini lucu sekali, kalau guru agama tidak bisa baca tulis alquran, sebaiknya ditarik saja,” tegas Dailami.

Selain itu, Komisi III DPRD Batang Hari juga minta perhatian serius seluruh fraksi yang ada di DPRD Batang Hari, agar dalam pandangannya nanti memberikan perhatian serius teradap fakta ini, ditemukan 60 PNS guru agama tidak bisa baca tulis alquran. (ris).