Anggota DPRD Kab. Batanghari
Sampaikan LKPJ, Bupati Batang Hari Ungkap 5 Pencapaian Misi Pembangunan
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Kamis, 08 April 2015 - 13:55:11 WIB

Muara Bulian, Warta Legislatif

Bupati Batang Hari, Sinwan SH  menyampaikan nota pengantar laporan keterangan dan pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Hari tahun anggaran 2014 pada rapat Paripurna DPRD Batang Hari, Rabu (8/4). Dalam kesempatan tersebut, selama masa satu tahun anggaran (2014), bupati mengungkapkan lima pencapaian pembangunan yang telah berhasil diraih dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Batang Hari menuju Batang Hari Berlian 2016.

“Berdasarkan capaian kinerja pemerintah daerah, kita sudah mengembang lima misi pembangunan yang berlandaskan pada Perda No. 17 Tahun 2011 yang merupakan pedoman pelaksanaan pembangunan yang kita laksanakan,” Ungkap bupati.

Menurut bupati, misi pertama yang diemban adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan menjalankan kebijakan pembangunan ekonomi dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan dengan sasaran terwujudnya kualitas infrastruktur pelayanan umum, tersedianya lapangan kerja melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, terciptanya peningkatan daya saing perekonomian daerah skala nasional dan regional, terciptanya iklim investasi yang kondusif dan terciptanya pengurangan jumlah penduduk miskin. “Hingga 2014, panjang jalan Kabupaten Batang Hari dalam kondisi baik terealisasi 50,57 persen dari target RPJMD, yaitu sebesar 44,20 persen,” jelas bupati dalam laporan yang disampaikan pada rapat paripurna tersebut.

Ditambahkan bupati, total panjang jalan Kabupaten Batang Hari adalah 861,094 km dimana 533,239 km merupakan jalan aspal atau 61,93 persen dengan rincian 50,57 persen dalam kondisi baik, rusak ringan 11,08 persen, rusak sedang 9,37 persen dan rusak berat 33,24 persen. “Untuk urusan ESDM, kita membangun jaringan listrik di 8 lokasi dan pemasangan lampu jalan umum di 27 lokasi pada tahun 2014,” jelas bupati.

Sementara untuk pembangunan urusan  sektor peternakan dan perikanan, pencapaian produksi daging pada tahun 2014 hanya 94,74 persen dan pencapaian produksi ikan mencapai 124 persen. “Kalau untuk upaya pengentasan kemiskinan, berdasarkan data statistik 2013, persentase penduduk miskin di Kabupaten Batang Hari sebanyak 10,42 persen atau 25.600 jiwa,” kata bupati.

Misi kedua yang diemban, ungkap bupati adalah meningkatkan kualitas kehidupan yang agamis, berakhlak mulia, ditopang oleh kesadaran saling menghormati dan saling mendukung antara ulama dan umaro dengan sasaran terwujudnya komunikasi antara ulama, umaro, dan masyarakat dalam praktik kehidupan beragama, terwujudnya peran serta lembaga keagamaan dalam pembangunan.”Jumlah usia sekolah yang khatam alquran berjumlah 4.200 siswa melampaui target 4.000 siswa begitupun jumlah total DTA sampai tahun 2014 adalah 218 unit dari target RPJMD sebanyak 235 unit, mudahan-mudahan tahun 2016 bisa terwujud,” jelas bupati.

Selanjutnya, misi ketiga yang diemban adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia termasuk sumber daya aparatur dengan sasaran terwujudnya peningkatan sumber daya masyarakat, terwujudnya peningkatan sumber daya aparatur, terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, terciptanya peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan dan menekan tingkat penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Pada sektor pendidikan, keberhasilan pada sektor ini dapat dilihat dari pencapaian angka melek huruf sebesar 99,98 persen dari target 99,31 persen, capaian indikator putus sekolah sebesar 0,33 persen dari target 0,3 persen, capaian indikator ruang kelas dalam kondisi baik sebesar 87,65 persen dari target 79 persen. “Sampai 2014, jumlah ruang kelas dari SD sampai SMA sebanyak 1.926 ruang kelas, dimana 90,7 persen dalam kondisi baik,” jelas bupati.

Kemudian urusan kesehatan, indikator pencapaian adalah menurunnya angka kematian bayi 4,25 persen dari target 5,8 persen, jumlah kematian ibu dan anak menurun, angka usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Batang Hari adalah 69,4 tahun dari target 70 tahun, persentase gizi buruk hanya 0,03 persen dari 26.270 balita yang datang ke posyandu. “Saat ini kita sudah punya 10 dokter spesialis dasar, namun belum memiliki dokter spesialis penunjang seperti spesialis mata, syaraf dan anastesi. Kedepan dokter spesialis penunjang akan kita tambah,” beber bupati.

Setelah itu, misi keempat yang diemban adalah meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah secara profesional, efektif, efisien, akuntabel dan transparan melalui penerapan reformasi birokrasi yang berkeadilan dengan sasaran terciptanya kelembagaan dan ketatalaksanaan pemerintah yang bersih, efisien, efektif, transparan, profesional dan akuntabel, terhapusnya peraturan perundang-undangan dan tindakan yang bersifat diskriminatif terhadap warga negara, kelompok atau golongan masyarakat, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik, terjaminnya konsistensi dan kepastian hukum seluruh perundang-undangan ditingkat pusat dan daerah, berkurangnya secara nyata praktik KKN di birokrasi. “Kita sangat bersyukur dalam pengelolaan keuangan kita mendapat penilaian WTP dari BPK tahun 2013 dan 2014,” jelas bupati.

Terakhir, misi kelima adalah meningkatkan penggalian potensi sumber daya alam sebagai sumber daya pembangunan dengan prinsip berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistim dengan sasaran terwujudnya pemanfaatan sumber daya alama secara lestari untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat serta terjaminnya keselestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistim.

Keberhasilan pembangunan lingkungan hidup, kata bupati meningkatnya penanganan sampah sebesar 34,6 persen dari target 29 persen, perluasan pemukiman tertata sebesar 22,86 persen dari target 12 persen. “Jumlah luasan pemukiman di Kabupaten Batang Hari seluas 13 juta meter persegi dan yang tertata 2,9 juta meter persegi atau 22,31 persen,” jelas bupati. Selanjutnya, persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih sampai tahun 2014 sudah mencapai 72,22 persen dari target 16 persen. “Alhamdulillah, kita telah dapat melampaui target MDGs sebesar 68,87 persen,” sebut bupati.

Khusus untuk pendapatan daerah sebesar Rp 929,95 miliar, namun yang terealisasi sebesar 949,77 miliar atau 102,13 persen, pencapaian ini telah melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp 19,82 miliar. (m.aris)