Anggota DPRD Kab. Batanghari
Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Aparatur Negara
Diposting Oleh Admin DPRD Kab. Batang Hari | Berita DPRD Hari Ini | Rabu, 05 Maret 2014 - 13:28:22 WIB
Kepala BNNK Batang Hari, Nukmansah, SH menyampaikan materi Sosialisasi

Muara Bulian - Tim Penyuluh BNNK Batang Hari melakukan kegiatan Advokasi mengenai implementasi Inpres No.12 tahun 2011 dan Mendagri Nomor 21 tahun 2013 dengan tema " Pengguna lebih baik di Rehabilitasi daripada di Penjara " di Sekretariat DPRD Kabupaten Batang Hari yang dihadiri oleh Kabag Hukum, Kabag Keuangan, para Kasubbag beserta para staf di Lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Batang Hari. Dengan Narasumber dari Pemkab Kabupaten Batang Hari yaitu Asisten II Setda Batang Hari, Bpk. Ir. H. Damyuti. Jumlah Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah  20 orang. Hasil kesepakatan Advokasi bahwa sangat setuju pengguna narkoba lebih baik di rehabilitasi dari pada dipenjara, karena pengguna merupakan orang sakit yang harus diobati baik fisik maupun mental dari pada dimasukkan ke dalam penjara.

Saat ini persoalan penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Setiap tahun terjadi peningkatan secara signifikan jumlah pengguna narkoba di Indonesia.

Asisten II Setda Batang Hari Ir. H. Damyuti memaparkan dalam pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2011 terbagi kedalam 4 bidang yaitu Bidang Pencegahan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan.

Sementara itu, Kepala BNNK Batang Hari Nukmansah, SH saat membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi kalangan aparatur Negara dilingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Batang Hari, yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Batang Hari, Rabu, (5/3), mengatakan berdasarkan data pada tahun 2013, pengguna narkoba di Indonesia sekitar 4,9 juta jiwa, meningkat dibanding tahun 2012 sebanyak 4,5 juta jiwa. Terbanyak pada usia produktif, yaitu usia 20-34 tahun, dengan  korban meninggal akibat penggunaan narkoba rata-rata 41 orang perhari.

Dikatakan oleh Nukmansah, sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini merupakan momen penting bagi masyarakat untuk menunjukkan keprihatinan, kepedulian, serta tanggung jawab dan tekad untuk memberantas kejahatan yang mengancam masa depan bangsa. Karena Narkoba bukanlah permainan anak-anak, melainkan sesuatu yang sangat berbahaya. "Oleh karena itu, kejahatan narkoba harus dibrantas peredarannya.

Di Indonesia peredaran narkoba cukup marak dan cenderung terjadi peningkatan. Peredarannya pun semakin luas, bukan hanya terjadi di ibukota Negara, ibukota provinsi, kabupaten dan kecamatan, tetapi telah menjangkau sampai pelosok-pelosok desa, dan penggunanya pun terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa,  ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswa, bahkan Pegawai Negeri Sipil atau  aparatur negara.

Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, perlu mendapat perhatian serius. Sebab hal ini dapat menimbulkan preseden buruk dan citra masyarakat Indonesia.

"Saya mengimbau kepada Kepala SKPD kiranya dapat meningkatkan pengawasan terhadap pegawai, PNS maupun non PNS dilingkungan SKPD masing-masing guna mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh pegawai," tegasnya.

Lebih lanjut kepala BNN Kabupaten Batang Hari menjelaskan bahwa seseorang yang telah menggunakan narkoba sullit untuk berhenti. Demi memenuhi kebutuhan narkoba bagi dirinya, bahkan apapun akan dilakukan untuk mendapatkan narkoba.

"Oleh karena itu, jauhi narkoba apapun jenisnya, sebelum kita terjerumus kedalamnya. Berikan pemahaman tentang bahaya narkoba kepada anak-anak kita, keluarga dan lingkungan kita, sehingga semua akan terhindar dari hal-hal yang dapat merusak generasi bangsa Indonesia,"pungkasnya. (admin/mz)